variabel x dan variabel y… :)

haha… langsung post 2 tulisan nihh… mumpung lagi rajin kali yakk…

sebenarnya tulisan yang satu ini ga begitu penting untuk di-publish sihh… tp berhubung topiknya pas dengan musim kali ini *yakni musim nikah* maka saya post-lah dia… xixixi 😀

Oke… bener emang kalo saya sudah lulus kuliah…dan sialnya tema kali ini adalah pernikahan… dan sialnya (lagi) klo membahas tentang pernikahan maka saya ga bisa menjawab apapun… cukup sudah… saya benar2 ga bisa masuk dalam wilayah pembahasan itu… selain ga punya referensi saya juga ga pegang literatur apapun tentang bab ini… bahkan, untuk menjawab rumusan masalah yang saya susun sendiri, di mana variabel x nya adalah diri saya sendiri dan variabel y nya adalah dia…

Ya… dia yang selama ini menjadi problem yang sepertinya bagi saya perlu dipecahkan yang menurut saya bisa diselesaikan dengan kerangka bepikir ilmiah seperti menentukan variabel, kemudian merancang hipotesis, kemudian membuat landasan teoritik, dan selanjutnya dan selanjutnya…

tapi semua tentu saja seperti ekspektasi saya pada saat merumuskan masalah… dia adalah masalah yang terlalu complicated… tidak bisa dipecahkan melalui serangkaian penelitian ilmiah yang logis… terlalu complex untuk dibuatkan hipotesis… bahkan tidak ada referensi yang memuat landasan teori tentang sikap2 yang ditunjukannya…

dia… adalah problematika kompleks yang menghiasi kehidupan saya… adalah masalah yang memang bukan tangan dan pikiran saya sendiri yang harus memecahkannya… tapi waktu… waktu yang akan mengungkap semua… karena Tuhan punya rahasiaNya… yang pada ‘waktu’nya akan dibuka olehNya… tanpa kita minta… tanpa kita duga…

apa hubungannya teks ma gambar ini yakk??

Iklan

quu anfusakum wa ahliikum naaro..

Pagi ini pas di kamar mandi ga sengaja denger curhatan sakit hati dari seseorang ke ibu’… ermm…sebenernya saya sama sekali ga pengen banget denger obrolan semacam itu… berhubung *Alhamdulillah* telinga ini masi normal ya mau gmana lg… nadanya sih kaya marah2 gtu ke ibu’… dan emang marah2… banyak hal yang saya dengar dan menurut saya ga perlu ditulis disini… GA PENTING… poin yang penting adalah kasian ibu’, pagi2 udah kena poison yang jelas bakalan mencemari pemikiran dan konsentrasi beliau entah selama apa… yang kedua beliau bilang sama saya, kalo beliau  jadi trauma banget denger omongan2 serem yang terucap dari mulut orang itu *serem banget!! saya tau itu.. kan saya denger juga*

Dan poin yang paling penting dari peristiwa ini adalah hikmahnya… yaitu bagaimanapun klo sama saudara ga boleh sombong, ga boleh saling meremehkan, harus saling menghargai dan yang paling penting adalah rukunlah sama sodara sendiri, karena bagaimanapun jelek2nya saudara kita, tetep aja kita punya hubungan darah dengannya, dan bila ada kesalahannya maka kitalah yang wajib membenahinya bukan malah menghakiminya dan menyalah2kannya…*bukankah al-Qur’an memerintahkan untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka*

Hikmah yang kedua adalah jadilah orang yang tidak hanya bicara yang sebenarnya tapi juga bicara yang seperlunya… banyak bicara bisa menimbulkan banyak fitnah *salaamatul insaan fii hifdzil lisaan (selamatnya manusia adalah dengan menjaga lisannya)*

Dan yg ketiga saya  jadi ingat untuk berdoa pada Tuhan untuk selalu menjaga hati saya dan hati orang2 yang saya sayangi agar jauh dari dendam, iri hati, berlomba2 dalam urusan dunia, dan penyakit2 hati yang lain… wallahu a’lam bish shawab