Tiket!!

06.59 !!

mati aku.. 30 menit sekian detik lagi argo wilis itu berlalu, dan parahnya tiket itu masih ditanganku. belum juga genap nyawaku, kupacu motorku, yang hampir lima tahun ini ‘kuaniaya’. setia sekali dia, pikirku. tak pernah sekalipun ia rewel walaupun seringkali aku memperlakukannya agak kasar. :p

‘ak d dpn pntu msk peron’

kubaca pesansingkat darinya di tengah gerungan mesin2 motor di kiri-kananku. 89.. detik per detik countdown di trafficlight ini melamban!! resahku semakin menggunung. keringat dingin membasahi kedua setir motorku. ini masih trafficlight pertama, belum nanti yang kedua, ketiga.. aahh pikiran buruk terus membayangi. bagaimana jika karena kebodohanku dia menunda kepulangannya ke kota dingin itu. arghh.. seandainya aku bangun lebih pagi.

aku memacu motorku lebih kencang. khawatir semua yang dikepalaku mewujud nyata. ckiiiit!! innalillahi.. hampir saja penyebrang itu, sepeda kebonya dan aku celaka. sepersekian detik setelah kejadian itu, seakan aku tak pernah mengalaminya, kembali aku mengegas motorku lebih dalam lagi. aku tak berani memandangi speedometernya. Ya Tuhaaan.. Aku memasrahkan nyawaku padaMu. tapi Kau tau kan aku sama sekali tak pernah membayangkan meregang nyawa di jalanan. aku bahkan sudah berencana mati tenang di rumah saja didampingi orang2 tercinta. hasshh.. pikiran apalagi itu!!

tikungan terakhir.. aku sudah tak berani memikirkan jam berapa sekarang, sudah tak sanggup membayangkan raut muka menunggunya. pastinya akan sangat asing bagiku. tidak pernah sekalipun dalam hidupku melihat pria ini marah. mengerutkan wajahnya, memelototkan mata, meninggikan suara. Ya Allah.. aku mengambil putar balik di u-turn pertama. aku terburu2.. tak serasional itu untuk berpikir menghidupkan lampu sign. ‘Jancuk koen mbak!!’ arrgghh.. aku tak mungkin meladeni amarah pengendara motor itu, waktuku sudah hampir habis.

‘5 missed calls’

semuanya dari dia. dia mungkin sudah sangat amat teramat resah menungguku. resah hatinya pastinya resahku juga. kini berlipat2 rasanya di dadaku. kalau tidak sedang ada di kerumunan orang mungkin aku sudah melepas airmata. aku berlalu pergi setelah kuberikan STNK dan selembar 5ribuan pada bapak2 dalam pos parking itu, aku mengambil STNK ku kembali bersama satu tiket parkir dan empat lembar ribuan. sedikit lagi, dan resahku tidak mau pergi.

aku lari sekuatnya, sekencang yang aku bisa. seingatku aku sekalipun tidak pernah lepas dari julukan pelari terakhir dalam pelajaran olahraga sejak SD sampai SMA. tapi kali ini aku harus cepat. aku tidak mau dia terlambat, apalagi karenaku. ku tatap kembali layar ponsel sambil berlari. Ya Tuhanku!! Delapan menit lagi!!

aku mengenali pria itu, sosok jangkung berjaket hitam. aah mengapa di saat seperti ini pun pesonanya tidak sedikitpun memudar.  Dan mata teduhnya menatapku, darinya bersemi embun. aku tahu itu resahnya, tapi kenapa airmata? itu akan membuatku lebih tidak sanggup lagi. “menunggu lama? maaf.” aduh, kenapa kata2 itu.. bodoh! tentu saja dia menunggu lama. kuberikan tiketnya “ini.. pergilah sekarang kang. tidak mau tertinggal kereta bukan?” munafik!! aku orang yang paling tidak menginginkannya pergi. tapi dia terdiam, tangannya pun tak menyambut selembar kertas yang kuulurkan. dia masih terpaku pada wajahku. ada apa? tidak kulihat guratan marah sama sekali.. ya Allah.. come on.. “mau menunggu ku kembali?” akhirnya ia berkata-kata, akhirnya.. satu pertanyaan darinya yang pastinya kujawab dengan IYA.. anggukan kecil dariku.. dan kemudian, panggilan terakhir untuknya.. argowilis itu harus segera pergi.. si mata teduh berlari memasuki peron.. terakhir ia membalik badannya untuk memberiku lambaian tangan tanda perpisahan.. pertahananku pun runtuh, jilbab abu ini yang sudah basah oleh keringat terpaksa menerima guguran airmata.

tentang masa lalu

abis intap intip beberapa profile dan wall teman2 FB. dan emang sengaja buka profile seseorang, mantan teman dekat jaman2 kuliah semester ingusan. intipin status2nya.. dan.. ternyata setelah saya tinggalkan beberapa lama, dia nggak juga banyak berubah.. kasian.. saya jadi muter kaset ingatan masa lalu saya.. saya inget.. bukannya setelah kami berpisah dulu, dia sudah janji sama saya bakalan berubah.. ga akan jadi bayang2 buat cinta orang lain.. bakalan mencari pengganti saya yang bisa membuatnya jadi person yang lebih baik.. tapi.. saya liat dia ga banyak berubah.. alih2 menyesal karena udah ninggalin dia.. saya justru lega karena sudah meninggalkan orang yang ga punya tekad besar untuk jadi orang yang lebih baik..

ibuu ibuu.. :)

Oh Allah..

Bila dia tak mendapatkan kebahagiaannya di dunia ini.. beri dia kebahagiaan di akhirat nanti tanpa kau kurangi sedikitpun.. karena aku mencintainya.. dan karena cintanya padaMu tak berkurang, dia mencintai kami, putra-putrinya, dengan segenap hati.. 🙂

her love last forever

o ya oya.. gambar ntu saya grab dari sini nihh.. bagus juga loh blognya.. 🙂

long journey to you..

journey to him..

journey to you..

rindu..

rinduku..

rindukau..

rindusakau..

rindu sakit..

sakit merindu kau..

ps: huaampph.. akhirnya saya posting puisi juga.. iseng nulis ini pas lagi kangen geje.. 🙂 FYI, gaya nulisnya inspired ama penyair idola saya niiyh, nama beliau Mr. Sutardji C. Bachri.. agak kontemporer gmana gtu.. xixixi.. *jd  kangen guru bahasa indonesia pas SMA.. bu Yayuuuk.. :)*